WARNA MERAH PADA TAHUN BARU IMLEK

35a62241-cfd2-447d-92bc-d6029b253742_11

Tim Branding SMAPa -Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang TionghoaatauTionghwa. Tionghoa sendiri dalah salah sebuah kelompok masyarakat di Indonesia yang asal-usul leluhur mereka berasal dari Tiongkok. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15 (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”. Hal untuk megetahui tahun baru Cina atau Imlek menggunakan gabungan penghitungan bulan dan matahari yang disebut lunisolar atau suryacandra

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Diantaranya Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malasya, Filipina, Thaialan, Indonesia dan juga pada daerah-daeah lain dengan penduduk suku Han yang signifikan. Dimana Tahun Baru Imlek menjadi budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

Adapun sejarah symbol warna merah yang ada pada perayaan  Tahun Baru Imlek yakni  Menurut legenda, dahulu kala, ada seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak, dan bahkan penduduk desa yang di sebut dengan “Nian”. Untuk melindungi diri mereka, para penduduk meletakkan makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Mereka mempercayai bahwa dengan melakukan hal tersebut, maka Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil panen. Pada suatu ketika, penduduk desa sekitar melihat Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa mereka. Nian pada akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, dewa Taoisme dalam kisah Fengsheng Yanyi, dan dijadikan kendaraan Honjun Laozu. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan tahun baru. Guò nián ( Hanzi tradisional: Hanzi, yang berarti “menyambut tahun baru”, secara harafiah berarti “mengusir Nian”

Karena itulah pada Perayaan Tahun Baru Imlek menggunakan symbol warna merah pada pakaian ataupun pada ornamen-ornamen seperti lampion.

Sumber : : https://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *