Puskesmas Sumbermanjingkulon dan SMA Negeri 1 Pagak resmi menjalin koordinasi kerja sama sekaligus menggelar agenda sosialisasi terkait pengelolaan kantin sehat dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Agenda strategis tersebut diselenggarakan di ruang Auditorium SMA Negeri 1 Pagak pada hari Senin, 5 Oktober 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di lingkungan sekolah, meliputi pengelola program Double Track (DT), para pengelola kantin, Tim UKS, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) beserta jajaran stafnya, hingga pengelola fasilitas Labdamart.
Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan perkenalan diri sebagai kepala sekolah yang baru. Ia menegaskan bahwa agenda ini merupakan fondasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih. “Koordinasi dengan pihak puskesmas merupakan komitmen kami untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, termasuk menjaga kesehatan diri seluruh siswa. Kerja sama dengan Puskesmas Sumbermanjingkulon ini sudah berjalan cukup lama dan terbina dengan sangat baik,” jelas Rokhmawati.
Sebagai bentuk keseriusan dalam pembinaan, Puskesmas Sumbermanjingkulon menerjunkan tim penuh yang terdiri dari tenaga kesehatan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) spesifik. Tim tersebut beranggotakan Dianita Yuniar yang memegang tanggung jawab di sektor sanitasi lingkungan, Dilya Agustyna sebagai ahli gizi (nutrisionis) untuk pengawasan kantin, Ana selaku koordinator layanan UKS, serta Tegar yang bertugas sebagai pengelola kesehatan olahraga.
Dalam pemaparan materinya, tim puskesmas menyampaikan sejumlah program dalam waktu dekat. Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan Program Presiden berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar rentang usia dari nol hingga lansia. Di lingkup pendidikan, CKG diprioritaskan bagi anak usia sekolah yang belum menjalani pemeriksaan dengan fokus utama pada pemantauan kadar gula darah. Puskesmas menginstruksikan agar sekolah berkoordinasi aktif dalam mengawasi siswa yang memiliki catatan riwayat kesehatan khusus.
Terkait evaluasi UKS, tim puskesmas mengingatkan bahwa SMA Negeri 1 Pagak memiliki rekam jejak gemilang sebagai juara lingkungan sekolah sehat pada tahun 2019. Karena belum ada catatan partisipasi lomba terbaru, puskesmas menekankan agar kegiatan pembinaan tidak hanya diintensifkan saat menghadapi perlombaan, melainkan harus diimplementasikan secara kontinu sebagai rutinitas sekolah.
Perhatian serius juga diberikan terhadap produk konsumsi harian siswa. Pihak tenaga kesehatan mengimbau secara tegas agar pengelola tidak memperjualbelikan makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi. Berdasarkan temuan di lapangan, saat ini di setiap sekolah selalu ditemukan kasus anak-anak dengan kadar gula darah di atas ambang batas normal akibat asupan gula yang tidak terkontrol.
Memasuki sesi sosialisasi detail bersama pengelola kantin, Labdamart, UKS, dan Double Track, puskesmas memosisikan peran mereka sebagai pembina edukatif. Pihak puskesmas tidak melarang secara mutlak jenis makanan atau bentuk kemasan yang dipersiapkan oleh sekolah maupun kantin. Kendati demikian, seluruh pengelola diwajibkan untuk selalu mengutamakan aspek kesehatan gizi pada setiap produk yang dijual.
Ke depannya, sinergi dan pembinaan berkelanjutan antara tenaga kesehatan dan pihak sekolah ini diharapkan dapat menekan risiko penyakit metabolik pada usia remaja. Kolaborasi komprehensif ini juga diharapkan mampu mencetak generasi pelajar yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kesadaran tinggi akan gaya hidup sehat dan kelestarian lingkungan.






