Prasasti Dinoyo atau Prasasti Kanjuruhan ditemukan di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Atau 5 kilometer arah barat dari pusat Kota Malang.
Prasasti Dinoyo adalah salah satu prasasti tertua di Jawa Timur yang ditemukan pada tahun 1902 di Desa Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Prasasti ini berangka tahun 760 Saka atau 838 Masehi, dan ditulis dengan menggunakan aksara Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta.
Ditemukannya Prasasti Dinoyo menjadi bukti keberadaan Kerajaan Kanjuruhan, yang berdiri pada pertengahan abad kedelapan Masehi yang dipimpin oleh Raja Dewa Simha. Prasasti Dinoyo ditulis oleh Mpu Sindok, seorang pujangga Kerajaan Kanjuruhan. Prasasti ini mengisahkan tentang upacara Somayajña yang diadakan oleh Raja Gajayana, raja ketiga Kerajaan Kanjuruhan. Upacara ini merupakan upacara keagamaan Hindu yang dilakukan untuk memohon keselamatan dan kemakmuran bagi kerajaan.
Dalam upacara Somayajña, Raja Gajayana memberikan hadiah kepada para brahmana dan rakyatnya. Hadiah-hadiah tersebut berupa tanah, lembu, dan emas. Prasasti Dinoyo juga menyebutkan tentang keberadaan arca Agastya, seorang tokoh suci dalam agama Hindu. Arca Agastya terbuat dari kayu cendana, dan didirikan di Desa Pikatan, yang diduga terletak di sekitar Kota Malang.
Pada masa pemerintahannya, Dewa Simha pernah mendirikan sebuah tempat pemujaan untuk penghormatan terhadap Dewa Siwa, berupa Arca Maharsi Agastya yang terdapat di Candi Badut, berada di kawasan Tidar, Kota Malang.
Di dalam candi tersebut ada sebuah lingga dan Arca Putikeswara, yang merupakan lambang agastya yang selalu digambarkan seperti Siwa dalam wujudnya seperti Mahaguru.
Prasasti Dinoyo merupakan salah satu bukti penting bagi sejarah Kerajaan Kanjuruhan. Prasasti ini menunjukkan bahwa Kerajaan Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan yang kuat dan makmur. Kerajaan ini telah menganut agama Hindu, dan memiliki hubungan yang baik dengan para brahmana.
Wilayah Dinoyo diketahui merupakan kawasan permukiman prasejarah. Berbagai prasasti, bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas pondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan.
Nilai Kesejarahan Prasasti Dinoyo
Prasasti Dinoyo memiliki nilai kesejarahan yang penting, antara lain:
Bukti keberadaan Kerajaan Kanjuruhan. Prasasti Dinoyo merupakan prasasti tertua yang menyebutkan tentang keberadaan Kerajaan Kanjuruhan.
Bukti perkembangan agama Hindu di Jawa Timur. Prasasti Dinoyo menunjukkan bahwa agama Hindu telah berkembang di Jawa Timur pada abad ke-8 Masehi. Bukti hubungan antara kerajaan dan para brahmana. Prasasti Dinoyo menunjukkan bahwa hubungan antara kerajaan dan para brahmana sangat erat pada masa Kerajaan Kanjuruhan.
Prasasti Dinoyo merupakan salah satu prasasti penting dalam sejarah Jawa Timur. Prasasti ini memberikan informasi berharga tentang Kerajaan Kanjuruhan, perkembangan agama Hindu di Jawa Timur, dan hubungan antara kerajaan dan para brahmana.







