Keluarga besar SMA Negeri 1 Pagak menggelar kegiatan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digerakkan langsung oleh kolaborasi petugas dari gabungan berbagai kelas, anggota ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), serta siswa kelas X1-8 dengan tim paduan suara kelas X 1. Agenda kebangsaan ini diselenggarakan secara terpadu sebagai wujud nyata komitmen institusi pendidikan dalam mengokohkan kembali karakter nasionalisme bagi para peserta didik selaku pilar penerus bangsa.
Peringatan bersejarah tersebut berlangsung secara tertib dan khidmat di lapangan utama SMA Negeri 1 Pagak pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan upacara ini diinisiasi bukan sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan ditujukan secara khusus untuk mengenang dan mengapresiasi tingginya nilai perjuangan para pemuda di masa lalu. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah strategis institusi dalam menumbuhkan kembali semangat persatuan, kesatuan, serta nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda saat ini yang kian rentan terhadap polarisasi sosial.
Bertindak selaku pembina upacara pada peringatan pagi itu adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Pagak, Drs. Prayogi. Di bawah panduannya, seluruh barisan peserta upacara diajak untuk merenungi substansi tema nasional Hari Sumpah Pemuda tahun ini, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema sentral tersebut dijadikan instrumen utama dalam mengarahkan orientasi pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
“Pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini, kita semua secara kolektif diingatkan kembali untuk terus menjaga dan merawat semangat persatuan di tengah keberagaman yang mewarnai tatanan masyarakat kita,” tegas Drs. Prayogi dalam amanat resminya di hadapan ratusan siswa dan jajaran tenaga pendidik.
Dalam pemaparannya yang berlandaskan pada dinamika tantangan zaman, Drs. Prayogi secara spesifik membedah pergeseran fokus peran pemuda pada era modern. Menurutnya, arah perjuangan pemuda masa kini berfokus penuh pada peran aktif mereka dalam menghadapi era digital dan berbagai bentuk tantangan global yang semakin dinamis. Kondisi dunia yang terdigitalisasi tersebut menuntut lahirnya inovasi secara terus-menerus serta kemampuan kolaborasi lintas disiplin dari para pelajar.
Meski kompetisi global mensyaratkan literasi teknologi yang tinggi, pembina upacara memberikan penegasan objektif bahwa kemajuan zaman tidak boleh menggerus identitas bangsa. Para pemuda masa kini dituntut agar sanggup menciptakan ruang-ruang inovasi baru dan berkolaborasi di ranah global, tanpa melupakan sedikit pun fondasi semangat kebangsaan dan cinta tanah air yang telah diwariskan secara heroik pada Kongres Pemuda II tahun 1928 silam.
Kolaborasi apik lintas elemen pelajar yang bertugas dalam upacara ini dinilai menjadi representasi langsung dari manifestasi gotong royong yang digaungkan dalam amanat tersebut.
Ke depannya, peringatan 28 Oktober ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sebatas kegiatan fisik di lapangan upacara. Melalui penanaman karakter patriotik, kegigihan pantang menyerah, dan empati sosial sejak dini, para siswa SMA Negeri 1 Pagak diharapkan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang solutif. Mereka diproyeksikan untuk tumbuh menjadi pemuda yang unggul dalam penguasaan literasi digital dunia, tangguh dalam menghadapi kompetisi global, namun tetap kokoh berdiri dalam menjaga keutuhan dan persatuan Republik Indonesia.




