PAGAK, MALANG – SMAN 1 Pagak menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas dan berwawasan dengan menggelar acara Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Bertempat di ruang guru, acara ini diikuti oleh seluruh dewan guru SMAN 1 Pagak dengan menghadirkan narasumber ahli dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Malang, yaitu Dra. Sugiati, M.Si., dan Wulan.
Acara yang berlangsung pada hari Kamis ini yang harusnya dibuka oleh Kepala Sekolah, tetapi karena beliau ada kegiatan luar sehingga acara secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ayub Wahyudianto, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam membekali siswa dengan pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk isu-isu kependudukan.
Memasuki sesi inti, Dra. Sugiati, M.Si. mengambil alih panggung dan memaparkan materi dengan gaya yang ringan namun sarat makna. Tiga pilar utama menjadi fokus pembahasan, yaitu:
- Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R): Sebuah wadah bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang benar dan layanan konseling mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan isu-isu remaja lainnya.
- Bina Keluarga Remaja (BKR): Program yang ditujukan bagi keluarga yang memiliki remaja untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengasuh dan membina anak remajanya.
- Sekolah Siaga Kependudukan (SSK): Konsep utama yang dijelaskan adalah bahwa SSK bukanlah mata pelajaran baru. Sebaliknya, SSK adalah program yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada.
Wanita energik ini menjelaskan bagaimana isu kependudukan dapat disisipkan secara kreatif dalam pelajaran seperti Geografi (distribusi penduduk), Ekonomi (bonus demografi), Sosiologi (norma keluarga), Biologi (kesehatan reproduksi), hingga Matematika (analisis data statistik kependudukan).

Suasana sosialisasi berjalan sangat hidup dan interaktif. Para guru SMAN 1 Pagak tampak antusias menyimak setiap penjelasan. Banyak dari mereka yang aktif bertanya tentang implementasi praktis program ini di kelas. Materi yang dianggap ringan, menarik, namun tetap berbobot ini berhasil membuka wawasan baru bagi para pendidik tentang bagaimana menjadikan isu kependudukan sebagai bagian dari pembelajaran yang relevan dan kontekstual bagi siswa.Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, harapan besar disematkan untuk masa depan SMAN 1 Pagak dan para siswanya. Beberapa harapan tersebut antara lain:
- Bagi Siswa: Diharapkan siswa-siswi SMAN 1 Pagak memiliki kesadaran dan pemahaman yang mendalam mengenai isu kependudukan, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang terencana (GenRe), mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait pendidikan, karir, dan kehidupan berkeluarga di masa depan.
- Bagi Guru dan Sekolah: Para guru diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan wawasan kependudukan ke dalam proses belajar-mengajar secara inovatif. SMAN 1 Pagak diharapkan dapat menjadi sekolah percontohan dalam penerapan program SSK yang berhasil.
- Bagi Masyarakat: Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di Kabupaten Malang, yang pada akhirnya akan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sinergi antara SMAN 1 Pagak dan BKKBN Kabupaten Malang ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memastikan para siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siaga dan peduli terhadap dinamika kependudukan yang akan mereka hadapi di masa depan.







