Siswa SMAN 1 Pagak Selami Harta Karun Jurnalistik dan Koleksi Eksklusif Museum Penerangan secara Virtual

WhatsApp Image 2026-09-07 at 1.13.24 PM

PAGAK – Ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Pagak bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur mengikuti program eksplorasi sejarah berskala nasional bertajuk Virtual Experience Museum Penerangan secara daring. Kegiatan edukasi interaktif ini menampilkan seluruh koleksi dari Museum Penerangan yang berpusat di Jakarta, dipandu langsung oleh tim edukator museum guna menghadirkan pengalaman visual dan historis yang komprehensif bagi para peserta didik.

Agenda pembelajaran jarak jauh tersebut dilaksanakan secara terpusat di Aula Cakasana, lingkungan SMA Negeri 1 Pagak, pada awal pekan ini. Kolaborasi strategis antara Disdik Provinsi Jawa Timur dan Museum Penerangan diinisiasi sebagai solusi konkret untuk mengatasi hambatan geografis. Tujuannya, memastikan para pelajar di daerah tetap mendapatkan akses literasi sejarah yang berkualitas mengenai perkembangan sarana komunikasi dan penerangan nasional. Melalui platform konferensi video Zoom, seluruh peserta didik dikumpulkan dalam satu ruangan besar agar dapat menyimak transmisi visual tur museum secara kolektif dan fokus.

Proses transmisi pengetahuan sejarah ini mendapatkan pengawalan langsung dari pimpinan institusi. Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., MM., turut hadir mendampingi ratusan siswa di dalam Aula Cakasana. Kehadiran pimpinan sekolah di sela-sela kepadatan jadwal administratif ini menjadi representasi faktual atas komitmen sekolah terhadap integrasi teknologi dalam pendidikan karakter. Selama kegiatan berlangsung, tim edukator Museum Penerangan mengambil alih layar proyektor utama, menjelaskan seluruh tata pamer museum secara gamblang menggunakan metode live virtual tour.

Dalam sesi pemaparan tersebut, tim pemandu merinci berbagai artefak krusial yang menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Benda-benda bersejarah yang disorot secara virtual mencakup alat-alat komunikasi mekanik, perangkat penerangan dari berbagai dekade, mesin cetak kuno, hingga lembaran arsip surat kabar revolusi yang dahulu berfungsi sebagai medium utama penyebaran informasi proklamasi.

Pihak museum mengonfirmasi dan menjelaskan bahwa mayoritas instrumen bersejarah yang dikelola merupakan hasil hibah dari berbagai instansi dan masyarakat. Salah satu sorotan utama dalam tur tersebut adalah koleksi perangkat penyiaran lawas milik Televisi Republik Indonesia (TVRI). Koleksi eksklusif TVRI yang ditampilkan mencakup kamera analog ukuran besar dan pemancar siaran yang memegang peran vital dalam integrasi informasi dan hiburan pada era pasca-kemerdekaan. Penjelasan detail mengenai fungsi masing-masing alat divalidasi langsung oleh catatan historis museum, memastikan informasi yang diterima siswa bersifat faktual dan objektif.

Ke depannya, transformasi kunjungan museum fisik menjadi pengalaman virtual yang imersif ini memunculkan harapan positif bagi dunia pendidikan. Agenda Virtual Experience diharapkan dapat menjadi program berkesinambungan untuk memperluas pemerataan akses sejarah ke berbagai pelosok wilayah. Melalui pemahaman yang utuh mengenai tantangan komunikasi di era perjuangan, generasi muda di Jawa Timur diharapkan mampu menghargai rekam jejak evolusi media nasional dan mengaplikasikan semangat juang tersebut untuk membangun literasi informasi yang bijak di era digital.