SMAN 1 Pagak dan KOICA, Menyatukan Dua Bangsa lewat Bahasa dan Pendidikan

WhatsApp Image 2025-04-23 at 5.28.28 PM

Malang, 2025 — Sebuah tonggak penting dalam kerja sama pendidikan internasional telah terukir indah antara SMAN 1 Pagak dan KOICA (Korea International Cooperation Agency). Sejak awal kemitraan mereka yang dimulai pada tahun 2023, berbagai program telah berhasil mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang pengajaran bahasa dan pertukaran budaya.

Riwayat kerja sama ini bermula dari program Global Education Sharing KOICA, yang menempatkan sukarelawan pendidikan dari Korea Selatan di berbagai sekolah di Indonesia. SMAN 1 Pagak menjadi salah satu sekolah yang terpilih untuk menerima program ini, dan sejak saat itu, segalanya berubah positif bagi pendidikan di sana.

Salah satu momen paling berkesan adalah kedatangan Mr. Park He Gun, seorang volunteer KOICA yang mengajar bahasa Korea di SMAN 1 Pagak sepanjang tahun ajaran 2023/2024 – 2024/2025. Selama masa penugasannya, laki-laki dengan julukan Hegun ini tidak hanya mengajar bahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya Korea melalui kegiatan seperti kelas memasak, pengenalan Hanbok, serta makanan korea. Kelas-kelas selalu penuh dengan antusiasme, dan kehadirannya memberikan inspirasi baru bagi para siswa untuk mengeksplorasi dunia di luar negeri mereka.

Pada awal November 2024, siswi SMAN 1 Pagak atas nama Dwi Pujiani kelas XII MIPA 2 terpilih untuk mengikuti acara International Korean Education Youth Camp yang diselenggarakan oleh IKEF (International Korean Education Foundation) di Incheon, Korea Selatan. “Perjalanan selama satu minggu di Korea ini sangat berkesan. Saya tidak hanya belajar banyak tentang budaya Korea, tetapi juga berkesempatan berinteraksi dan bersahabat dengan teman-teman dari berbagai negara. Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan saya tentang keberagaman budaya dan memberikan banyak kenangan yang tak akan terlupakan” ujar Dwi.

Pada 4 Desember 2024, Kepala SMAN 1 Pagak, Iyut Meinarni, ST. beserta guru pengampu Bahasa Korea, Dwi Ayu diundang secara resmi untuk menghadiri Komite Koordinasi Bersama (JCC) bekerja sama dengan SETNEG, tuan rumah organisasi WFK Volunteers, dan jajaran kementerian. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama dan peningkatan kualitas pengajaran Bahasa Korea di sekolah-sekolah mitra.

Dari pertemuan tersebut, KOICA menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Laboratorium Bahasa di SMAN 1 Pagak. Bantuan ini meliputi perangkat lunak pembelajaran interaktif, komputer, headset, serta buku-buku dan media pembelajaran digital berbahasa Korea. Puncaknya, diresmikannya Laboratorium Bahasa baru oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) pada Rabu, 23 April 2025. Acara peresmian ini menandai peningkatan fasilitas pendidikan yang signifikan bagi sekolah dan memperkuat kerjasama internasional di bidang pendidikan. Utusan langsung KOICA, Mrs. Kim Hyo Jin (Country Director), hadir bersama Mr. Yoo Ick (Deputy Country Director), Ms. Kim Jiyeon (Program Manager), Ms. Nur Atikah (WFK Program Manager), dan Ms. Febry Chrisna (Program Officer) untuk meresmikan laboratorium tersebut. Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Malang, Ibu Dra. Hj. Lathifah Shohib beserta jajarannya serta perwakilan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Bapak M. Zainur Asrori, M.Sc dan Bapak Hosairi.

Sebagai bentuk penghargaan resmi, KOICA mengirimkan sebuah surat ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala SMAN 1 Pagak. Dalam surat tersebut, KOICA menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi besar sekolah dalam mendukung kesuksesan program Global Education Sharing. Surat itu menegaskan pentingnya kerja sama ini dalam memperkuat hubungan pendidikan dan pertukaran budaya antara Republik Korea dan Indonesia.

Kini, SMAN 1 Pagak telah menjadi sekolah rujukan dalam pengembangan Bahasa Korea di Jawa Timur. Harapan besar tertuju pada keberlanjutan program ini—baik dalam bentuk pertukaran pelajar, pelatihan guru, maupun pengiriman volunteer di masa mendatang. Seiring dengan terus tumbuhnya minat siswa terhadap bahasa dan budaya Korea, kemitraan antara KOICA dan SMAN 1 Pagak diyakini akan menjadi model ideal diplomasi pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna. Dua bangsa, satu tujuan: mencerdaskan generasi muda dengan semangat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *