SMAN 1 Pagak dan ITS Kolaborasi Gelar Workshop IoT

WhatsApp Image 2025-06-12 at 4.15.29 PM

Pagak, 12 Juni 2025 – SMAN 1 Pagak kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi dan teknologi yang relevan, kali ini melalui penyelenggaraan workshop “Internet of Things (IoT) Berbasis Green Skill untuk Solusi Ramah Lingkungan“. Kegiatan hasil kolaborasi strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Kamis, 12 Juni 2025, dan akan berlanjut besok.

Workshop ini secara khusus ditujukan bagi siswa-siswi yang tergabung dalam program Digital Skill dan para trainer Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik) SMAN 1 Pagak, mencerminkan fokus sekolah dalam mengintegrasikan teknologi terkini dengan isu keberlanjutan lingkungan. Seluruh sesi workshop dilaksanakan di laboratorium komputer 3 SMAN 1 Pagak, yang telah dipersiapkan khusus untuk kegiatan praktikum.

Sebagai narasumber ahli, workshop ini menghadirkan Bapak Miftakhul Walid, MT, seorang akademisi dari ITS yang juga merupakan mahasiswa program doktoral di Universitas Malang. Pada hari pertama ini, CEO salah satu star up di kota Malang ini memaparkan secara komprehensif tentang konsep dasar IoT dan bagaimana peluang implementasinya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana perangkat-perangkat dapat saling terhubung dan berbagi data untuk menciptakan solusi cerdas yang ramah lingkungan.

Narasumber menjawab pertanyaan dari siswa peserta workshop

Sesi hari pertama ini memperkenalkan berbagai aplikasi dan perangkat yang menjadi dasar pengembangan IoT, seperti Arduino dan mikrokontroler. Peserta dibimbing mengenai proses instalasi perangkat lunak yang diperlukan serta persiapan awal untuk membuat proyek prototipe. Proyek-proyek yang akan dikerjakan pada hari kedua meliputi beragam solusi menarik, antara lain monitoring lingkungan, sistem hidroponik cerdas, smart greenhouse, tempat sampah pintar, hingga perangkap hama berbasis IoT. Setiap peserta didorong untuk memilih proyek yang diminati dan akan dikerjakan secara berkelompok esok hari.

Antusiasme yang tinggi terlihat jelas di antara para siswa dan trainer Prodistik. Mereka aktif berinteraksi, bertanya, dan mencoba langsung aplikasi yang diperkenalkan. “Materi IoT ini sangat menarik, apalagi bisa diterapkan langsung untuk lingkungan. Saya jadi punya ide bagaimana membuat sistem monitoring air di sekolah,” ujar Hanivah, salah satu peserta dari kelas X. Sementara itu, seorang trainer PRODISTIK, Choirul Anam, turut memberikan umpan balik positif, “Workshop ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Kami jadi lebih semangat untuk mengimplementasikan IoT dalam proyek-proyek sekolah yang berorientasi lingkungan.”

Kegiatan workshop ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat inovasi dan kreativitas di kalangan siswa dan trainer, serta membekali mereka dengan kemampuan untuk menciptakan solusi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *