MALANG – Tim Kulminasi yang beranggotakan tiga siswa-siswi hebat, yaitu Ahmad Kafi, Sinta Amelia, dan Maylasyafa Aulia W., berhasil mengembangkan sebuah aplikasi inovatif bernama EduGuardian AI. Melalui karya ini, tim perwakilan SMA Negeri 1 Pagak tersebut sukses menembus peringkat 36 besar nasional dalam ajang Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artificial Lomba Kompetensi Siswa (EKKA LKS) Tingkat SMA/MA/SMK Tahun 2026.
Lahirnya inovasi teknologi ini didorong oleh keresahan tim terhadap masalah pendidikan saat ini, di mana banyak siswa kesulitan memahami materi akibat perbedaan kemampuan belajar. Di saat yang sama, guru memiliki keterbatasan waktu untuk membimbing secara individual, dan orang tua kerap kesulitan mendampingi anak belajar di rumah. Untuk menjawab masalah tersebut, EduGuardian AI dirancang sebagai solusi asisten belajar digital yang mampu memberikan rekomendasi pembelajaran personal bagi siswa.
Perjalanan panjang Tim Kulminasi dalam kompetisi ini bermula dari sebuah penemuan yang tidak disengaja. Mereka pertama kali mendapatkan informasi mengenai lomba kecerdasan buatan tersebut melalui akun Instagram resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Dengan waktu yang sangat terbatas, tim memutuskan untuk mendaftar tepat pada hari terakhir penutupan pendaftaran.
Setelah pendaftaran diselesaikan, ketiga siswa ini bergegas mencari berbagai sumber literatur, melakukan kurasi ide, dan berdiskusi secara intensif. Seluruh proses perancangan hingga eksekusi aplikasi didampingi secara langsung oleh Yogi Sukartono, M.Pd., selaku Guru Pembimbing di SMA Negeri 1 Pagak.

Dalam pengembangannya, aplikasi ini mengintegrasikan tiga teknologi kecerdasan buatan utama:
- ChatGPT: Dimanfaatkan untuk kemampuan pemrosesan bahasa alami (NLP) agar asisten cerdas dapat menjelaskan materi secara interaktif dan mudah dipahami.
- Gemini AI: Digunakan karena kemampuan multimodalnya dalam memahami teks dan gambar, yang mendukung fitur pemindaian (scan) soal bagi siswa.
- Google AI Studio: Menjadi platform pengembangan utama untuk menguji dan mengintegrasikan fitur kecerdasan buatan ke dalam sistem.
Selain berfokus pada siswa, Yogi Sukartono, M.Pd., memastikan bahwa aplikasi ini tetap melibatkan pengawasan manusia (Human in the Loop) secara ketat. Oleh karena itu, EduGuardian AI juga dilengkapi dengan fitur Teacher Dashboard dan Parent Inside Mode agar guru dan orang tua dapat memantau perkembangan nilai dan aktivitas anak secara transparan.
Proses pengerjaan yang singkat dan penuh tekanan ini sempat membuat perasaan para anggota tim campur aduk. Namun, segala ketegangan dan kerja keras tersebut akhirnya terbayar lunas ketika pengumuman resmi menempatkan karya mereka di jajaran 36 besar karya terbaik se-Indonesia.
Meskipun capaian ini masih jauh dari gelar juara pertama, keberhasilan menembus jajaran elit inovator muda nasional menjadi sebuah kebanggaan tersendiri yang sangat berharga bagi Tim Kulminasi dan SMA Negeri 1 Pagak.







