Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara komprehensif terhadap pelaksanaan program Double Track (DT) di SMA Negeri 1 Pagak (SMAPa). Evaluasi ini menunjukkan respons positif dari pihak penilai perguruan tinggi tersebut terhadap pengembangan wirausaha siswa. Penilaian berlangsung secara virtual dari ruang Auditorium SMAPa melalui platform konferensi Zoom pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Keberhasilan implementasi program vokasi di sekolah menengah atas ini dipaparkan langsung oleh Kepala SMAN 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., MM. Dalam sambutan pembukanya, Rokhmawati menguraikan signifikansi dan manfaat nyata program DT bagi para peserta didik. Menurutnya, program ini dibentuk sebagai solusi konkret untuk memberikan keterampilan terapan dan sertifikasi keahlian, khususnya bagi siswa yang tidak merencanakan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus. Adanya bekal dari program ini memastikan lulusan memiliki daya saing tinggi di bursa kerja maupun dalam merintis kemandirian ekonomi.
Proses evaluasi berjalan interaktif dengan menampilkan hasil karya nyata siswa. Sebanyak 18 Kelompok Usaha Siswa (KUS) dihadirkan, yang terbagi merata menjadi 6 KUS Tata Boga, 6 KUS Tata Busana, dan 6 KUS Tata Rias. Masing-masing kelompok mendelegasikan dua siswa perwakilan untuk mempresentasikan serta memamerkan produk unggulan hasil produksi mereka kepada Tim ITS. Secara administratif dan teknis, kelancaran pendampingan KUS ini difasilitasi penuh oleh Tim DT internal SMAPa, yang dikoordinasikan oleh Agustiningsih, S.Si. sebagai Fasilitator dan Reta Mawarintiasari, S.Pd. selaku Admin program.
Tidak hanya melibatkan unsur sekolah, kegiatan ini juga menghadirkan jejaring Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) sebagai validator kualitas produk. Hadir mewakili sektor industri antara lain Anggun A Shanti dari RMB Apparel dan Sahnaz Adisti W dari Rumah Jahit Vivi untuk pendampingan Tata Busana; Al-Ikhwi Yus E dari K-Mofe Tepung Mocaf pada konsentrasi Tata Boga; serta Jenny Agnes dari Salon Bonita pada konsentrasi Tata Rias. Lebih dari itu, Al-Ikhwi, Sahnaz, dan Jenny juga terjun langsung sebagai Trainer DT yang melatih para siswa agar kualitas produk sesuai standar pasar.
Sesi presentasi menjadi ajang pembuktian ketika perwakilan setiap pihak memaparkan pengalaman empiris mereka selama tergabung dalam program DT. Selain siswa aktif, bukti keberhasilan program disampaikan oleh para alumni DT yang telah merasakan manfaatnya secara langsung. Mereka adalah Vincensia Laura yang kini berkontribusi sebagai tutor sebaya di bidang Tata Boga, Decha Eliss di bidang Tata Busana, serta Fairuz Safa dan Tantri Kusuma dari bidang Tata Rias. Pemaparan dari berbagai elemen ini membuahkan apresiasi dari Tim ITS Surabaya, yang menilai ekosistem kewirausahaan di SMAPa telah terstruktur dengan optimal.
Menutup kegiatan Monev tersebut, seluruh elemen yang terlibat menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan program keterampilan ini. Ke depan, program Double Track SMAN 1 Pagak diharapkan semakin masif mencetak wirausahawan muda yang inovatif. Dengan dukungan kolaboratif dari akademisi ITS, praktisi industri, serta dedikasi tenaga pendidik, lulusan SMAPa ditargetkan tidak hanya mandiri secara finansial, melainkan mampu menjadi roda penggerak ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.






