Malang (Tim Branding SMAN 1 Pagak)——
Kabar membanggakan di penghujung tahun 2023 datang dari Karawitan Labda Laras SMAN 1 Pagak yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Karawitan Kategori Pelajar Tingkat Malang Raya. Lomba ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu pada tanggal 29 Desember 2023 dengan mengusung tema ‘’Gangsa Gumonthang Ngumandhang’’. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Batu, dalam rangka Hari Gamelan Se-Dunia tahun 2023.
Pada perlombaan ini Karawitan Labda Laras SMAN 1 Pagak membawakan tembang Lancaran Manyar Sewu dan Gugur Gunung. Gending Gugur Gunung mengingatkan akan budaya bangsa yang mengutamakan gotong royong, bersama bekerja rukun, tanpa sekat apapun yang menghalangi. Tulus bekerja untuk kemuliaan negara atau kemajuan bangsa. Bukan hanya membersihkan lingkungan, gugur gunung juga dapat meningkatkan tali silaturahmi dan kerukunan antarwarga. Namun seiring dengan perkembangan zaman, budaya satu ini seakan luntur, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Maka dari itu Karawitan Labda Laras SMAN 1 Paga ingin menyampaikan pesan melalui music gamelan bahwa gotong royong adalah satu cara meingkatkan persatuan dan kesatuan.
Kami juga mewawancarai Ketua Karawitan Labda Laras Aluna Gita Prameswari yang sangat senang sekali dengan pencaaian ini. “Sangat senang dan bangga sekali karena latihan intens yang kami lakukan selama hamper 3 minggu dpat membuahkan hasil yang maksimal, terlebih ini adalah perlombaan pertama yang kami ikuti sehingga kami tidak menyangka bisa mendapat Juara 1”, ungkap Aluna. Kemudian Luna (nama panggilan Aluna Gita) juga menyampaiakn suka dukanya selama latihan. “Selama latihan sebenarnya banyak sukanya, karena bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu yang lebih banyak terkait Karawitan. Kalau dukanya kami harus mengorbannkan waktu liburan kami untuk berlatih, kemudian juga dalam proses latihan kami tidak berlatih di Sekolah dan harus berlatih di Sanggar Karawitan yang ada di Desa Sumbermanjing Kulon. Hal ini dikarenakan gamelan yang ada di sekolah tidak dapat menunjang latihan kami. Meski begitu kami tetap antusias dan semangat dalam berlatih demi mengharumkan nama SMAN 1 Pagak”, ujar Luna.
Dalam perlombaan ini, mereka diminta untuk membawakan dua gending tradisi baku dan satu lagu dolanan. Mereka membawakan menabuh gamelan dan melantunkan gending Jawa maksimal selama 15 menit. Ketua PEPADI Kota Batu, Ki Eko Saputro dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba ini merupakan sebagai wadah sarana mengembangkan seni karawitan.
“Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang menjalin silaturahmi antar seniman, dan tentunya lomba karawitan ini juga sebagai penyemangat kepada para generasi seniman muda,” ungkap Ki Puput sapaan akrabnya.
“Penilaian dewan juri tekniknya, irama gending, vokal, dan penguasaan penyanyi,” ucap Ketua Pepadi Kota Batu Eko Saputro saat berada di Rumah Dinas Wali Kota Batu. Mereka yang mengikuti perlombaan ini terdiri dari dua kategori, yakni umum dan pelajar. Mereka tampak antusias memberikan prnampilan yang terbaik untuk bisa menjadi juara. Saat ini di era gempuran digitalisasi, musik karawitan terus tergeser, bahkan hampir 80 persen. “Sisanya hanya 20 persen ini yang ingin melestarikan karawitan,” imbuh Eko Seni Karwitan memang dianggap kuno oleh sebagian kalangan, namun di sisi lain kesenian ini memiliki tempat istimewa tersendiri bagi penikmatnya. Event ini diharpakan untuk menambah ketertariakn generasi millenila untuk tetap melestarikan Kesenian Karawitan di era saat ini.







