Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Malang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukasi dan pencegahan risiko perilaku menyimpang remaja bagi ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pagak. Kegiatan ini menghadirkan jajaran BKKBN serta pemateri ahli untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait tantangan pergaulan di era modern.
Acara yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan mental dan moral generasi muda ini dilaksanakan di aula utama SMA Negeri 1 Pagak, Kabupaten Malang, pada Selasa (18/8/2026). Pendekatan sosialisasi dilakukan melalui metode pemaparan materi secara panel, interaksi tanya jawab, serta edukasi sebaya guna memastikan pesan tersampaikan secara efektif kepada para siswa.
Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., M.M., dalam sambutan pembukanya menyatakan apresiasi penuh atas inisiatif program BKKBN tersebut. Ia menekankan pentingnya pembekalan karakter dan edukasi preventif sejak dini di lingkungan pendidikan.
“Kami menyambut baik kehadiran tim BKKBN Kabupaten Malang di sekolah kami. Kami memiliki harapan besar agar kegiatan ini memberikan manfaat edukatif yang nyata bagi murid-murid SMAPa dalam merencanakan masa depan mereka secara terarah,” ujar Rokhmawati.

Setelah penyambutan resmi, kegiatan inti dibuka langsung oleh Kepala K3 sekaligus Pembuka Acara, Wiwik Indriyati S.E., M.M. Dalam arahannya, Wiwik menegaskan bahwa sinergi lintas sektoral sangat krusial untuk menciptakan ekosistem yang aman bagi perkembangan psikologis remaja.
Memasuki sesi penyampaian materi, forum menghadirkan perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Malang, Fatih Ulil. Fatih memberikan wawasan mengenai literasi digital, khususnya pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI). Pemaparan ini dirancang agar siswa mampu memfilter arus informasi dengan bijak di dunia maya.
Sesi krusial berikutnya dipimpin oleh Ketua Insan GenRe Kabupaten Malang, Farhan, yang membawakan materi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Edukasi ini kemudian disambung oleh Duta GenRe Kabupaten Malang 2026 yang baru terpilih, Alfian dan Windusara. Keduanya memfokuskan pembahasan pada kampanye Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) serta upaya taktis dalam pencegahan perilaku LGBTQ di lingkungan pergaulan.
Secara garis besar, substansi sosialisasi membedah berbagai ancaman nyata bagi pelajar. Para pemateri mengupas tuntas bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) serta potensi penyebaran radikalisme dan terorisme, lengkap dengan panduan taktis mengenai apa yang harus dilakukan pelajar saat menghadapi situasi tersebut dan cara mencegahnya. Diskusi juga menyentuh isu orientasi seksual, meliputi faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi, dampak destruktif yang ditimbulkan, serta cara pencegahan dini.
Pemaparan komprehensif ini membuahkan respons positif dari salah satu murid kelas XI, Sinta Amelia yang memberikan testimoni usai kegiatan berakhir.
“Materinya sangat membuka wawasan kami tentang bahaya pergaulan bebas yang ada di sekitar. Penyampaiannya mudah dipahami. Harapan kami ke depannya, acara dengan materi edukatif seperti ini bisa rutin diadakan agar kami terus memiliki benteng diri yang kuat untuk menolak pengaruh negatif,” ungkapnya.





