PAGAK — Puskesmas Sumbermanjingkulon-Pagak menyelenggarakan program kesehatan tahunan bernama Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menargetkan seluruh murid baru kelas X di lingkungan SMA Negeri 1 Pagak (SMAPa). Kegiatan ini merupakan program intervensi dari tenaga kesehatan untuk mendeteksi rekam medis dan kondisi fisik remaja sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah atas.
Agenda pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juli 2026, dengan mengambil lokasi di Aula Cakasana. Program tahunan ini bertujuan untuk memastikan setiap murid baru memiliki kesiapan fisik yang optimal untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, sekaligus mencegah risiko penyakit menular maupun tidak menular di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, tim medis puskesmas melakukan serangkaian prosedur skrining klinis secara bertahap kepada para siswa. Adapun tahapan pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
- Pengukuran Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB).
- Pemeriksaan fungsi dan kebersihan mata, telinga, serta gigi.
- Pengecekan kadar gula darah.
- Pengecekan Hemoglobin (Hb) yang dikhususkan bagi remaja putri.
Selain melakukan tes fisik dasar, tim kesehatan dari Puskesmas Sumbermanjingkulon-Pagak juga memberikan materi sosialisasi kepada para murid. Sosialisasi ini difokuskan pada edukasi pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara rutin bagi remaja putri, serta pemahaman komprehensif mengenai bahaya dan pencegahan penyakit HIV.
Pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMAPa, Ayu Rizki Pratitis, yang bertindak sebagai pendamping resmi dari pihak sekolah, memastikan adanya prosedur rujukan bagi siswa dengan hasil pemeriksaan di bawah standar kesehatan.
“Selama pelaksanaan CKG, jika kami menemukan kondisi siswa yang berbeda atau tidak dalam kondisi normal, terutama temuan yang mengarah pada anemia atau peningkatan kadar gula darah, siswa tersebut langsung dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat,” jelas perempuan yang sering dipanggil Riris ini.
Program deteksi dini kesehatan ini ditutup dengan rekapitulasi data medis siswa oleh pihak UKS dan Puskesmas. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan derajat kesehatan seluruh peserta didik baru dapat terpantau dengan akurat, sehingga mereka dapat menjalani rutinitas akademis secara sehat, produktif, dan optimal.







