PAGAK – Menjelang pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tahun ajaran 2025/2026, SMAN 1 Pagak mengadakan kegiatan doa bersama sebagai bentuk persiapan mental dan spiritual. Kegiatan yang berlangsung khusyuk di Masjid Al-Furqan ini menjadi momen penting bagi seluruh siswa kelas XII untuk memantapkan hati sebelum menghadapi ujian akhir.
PSAJ merupakan rangkaian evaluasi akhir yang krusial untuk mengukur pencapaian kompetensi akademik siswa selama menempuh pendidikan di jenjang SMA. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pelaksanaan PSAJ di SMAN 1 Pagak akan berlangsung selama sepekan lebih, dimulai pada hari Rabu, 4 Maret 2026, hingga Jumat, 13 Maret 2026.
Acara doa bersama ini dihadiri secara langsung oleh Kepala SMAN 1 Pagak, Iyut Meinarni, ST, beserta jajaran Wakil Kepala Sekolah, seluruh wali kelas XII, dan seluruh siswa kelas XII yang akan bertempur di ruang ujian.

Dalam sambutannya, beliau memberikan suntikan motivasi yang menggugah semangat para siswa. Beliau menekankan bahwa siswa kelas XII tahun ini adalah angkatan yang sangat istimewa dengan berbagai tantangan yang telah berhasil dilalui.
“Kalian adalah angkatan istimewa. Kalian adalah angkatan tangguh pasca-Covid-19, angkatan uji coba untuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan yang paling hangat, kalian merupakan angkatan pertama yang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA),” ujar beliau. Perempuan inovatif ini juga berpesan agar seluruh siswa tidak gentar, karena persiapan yang matang akan membuahkan hasil. “Doa dan ikhtiar belajar adalah kunci keberhasilan kita semua,” tegasnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah oleh Ust Sanusi. Dalam siraman rohaninya, beliau mengingatkan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dengan bentuk yang bermacam-macam. Bagi para pelajar, ujian nyata yang ada di depan mata saat ini adalah PSAJ.
“Bagaimana cara terbaik kita menghadapi ujian tersebut? Jawabannya adalah ikhtiar dan doa,” tutur Ustaz Sanusi. Beliau memaparkan bahwa ikhtiar yang benar bagi seorang pelajar adalah dengan belajar sungguh-sungguh tanpa kenal lelah. Namun, ikhtiar bumi tersebut harus diimbangi dengan ikhtiar langit. Ustaz Sanusi menjelaskan betapa besarnya manfaat sebuah doa, dan mengingatkan para siswa bahwa doa yang paling baik dan mustajab adalah doa yang dipanjatkan oleh diri sendiri serta doa restu dari kedua orang tua.
Kegiatan ini ditutup dengan untaian doa dan harapan besar untuk masa depan. Melalui perpaduan persiapan akademis dan spiritual ini, seluruh keluarga besar SMAN 1 Pagak berharap para siswa kelas XII dapat menjalani PSAJ dengan lancar, jujur, dan meraih nilai yang membanggakan. Keberhasilan di PSAJ ini diharapkan menjadi gerbang pembuka bagi mereka untuk meraih cita-cita di masa depan dan terus membawa nama baik almamater SMAN 1 Pagak.







