Dari SMAPa untuk Pangan Masa Depan

WhatsApp Image 2026-01-25 at 6.00.20 PM

Malang – SMAN 1 Pagak (SMAPa) turut ambil bagian dalam momen penting pendidikan Jawa Timur dengan berpartisipasi aktif dalam peluncuran Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program inisiatif Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini digelar secara hibrida, menggabungkan aksi nyata di lapangan dan pertemuan virtual melalui Zoom, yang diikuti serentak oleh sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen SMAPa dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Di lingkungan sekolah, kegiatan dipusatkan pada aksi penanaman bibit tanaman yang melibatkan kolaborasi harmonis antara guru, tenaga kependidikan, pengurus OSIS, dan anggota Pramuka. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ayub Wahyudianto, S.Pd. Beliau mengoordinasikan jalannya acara, mulai dari mengikuti seremonial daring hingga praktik penanaman bibit di lahan sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pagak, Iyut Meinarni, ST., turut serta menyukseskan acara ini dengan menghadiri kegiatan serupa di SMAN 1 Sumberpucung. Meski berada di lokasi berbeda, semangat untuk mewujudkan kemandirian pangan tetap satu napas dengan seluruh warga SMAPa.

Partisipasi sekolah kita tercinta ini merupakan bagian dari gerakan masif yang melibatkan total 110.481 peserta, terdiri dari guru, siswa, dan anggota Pramuka dari 754 lembaga pendidikan (SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta) se-Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen pendidikan yang terlibat. Ia menilai bahwa sekolah memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ketahanan pangan.

“Sesungguhnya ketahanan pangan, apalagi ketahanan pangan berkelanjutan, bisa diinisiasi oleh SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta. Mereka dipandu oleh guru-guru yang luar biasa,” puji Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menekankan bahwa program SIKAP bukan sekadar wacana, melainkan aksi konkret.

“SIKAP, Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan, kita tidak hanya teriak, tapi kita bekerja. Panjenengan sudah bekerja, melakukan inovasi menyiapkan format-format ketahanan pangan,” tegasnya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan pentingnya program ini sebagai media pembelajaran karakter bagi siswa.

“Inisiatif ini menjadi wujud nyata pendidikan yang hidup, yakni mengajarkan kemandirian, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong sejak bangku sekolah,” ungkap Aries.

Menurut Aries, melalui SIKAP, kemandirian pangan tidak hanya menjadi teori di dalam kelas, tetapi ditanamkan sejak dini melalui praktik langsung di kebun-kebun sekolah.

Kegiatan di sekolah berlangsung dengan penuh antusiasme. Siswa dan guru bahu-membahu menanam bibit dengan harapan tanaman tersebut akan tumbuh subur dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah. Salah satu pengurus OSIS, Defita menyampaikan apresiasinya bahwa kegiatan ini sangat seru, menyenangkan, hebat, dan luar biasa meski cuaca dalam kondisi panas.

Keikutsertaan SMAPa dalam program SIKAP ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial peluncuran saja. Ke depannya, semangat menanam dan merawat lingkungan ini diharapkan terus tumbuh, menjadikan SMAPa sebagai sekolah yang asri, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan di provinsi Jawa Timur