PAGAK — Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan komprehensif mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker bagi jajaran pendidik, tenaga kependidikan, serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMA Negeri 1 Pagak. Edukasi strategis ini dirancang secara khusus untuk membekali komunitas sekolah dengan wawasan medis praktis, sehingga seluruh elemen institusi memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi ancaman sel kanker maupun tumor sejak fase paling awal.
Sosialisasi kesehatan yang mengusung tema spesifik “Deteksi Dini Sel Kanker dan Tumor serta Upaya Pencegahan dengan Pola Hidup Sehat” tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (18/9/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Berlokasi di lingkungan SMA Negeri 1 Pagak, kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah mitigasi dan preventif merespons dinamika medis dewasa ini. Penyelenggaraan acara didasarkan pada urgensi bahwa pencegahan penyakit kritis harus digerakkan dari komunitas akar rumput, termasuk melalui peran aktif institusi pendidikan.
Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., MM., yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menyoroti pentingnya efek domino dari edukasi kesehatan ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengetahuan medis dasar yang difasilitasi oleh YSKI merupakan aset berharga yang harus disalurkan secara luas.
“Kami sangat mengharapkan ilmu yang kita dapatkan pada hari ini tidak berhenti di ruangan ini saja, melainkan bisa di-sharing-kan kepada para siswa di sekolah maupun kepada orang-orang di sekitar kita,” tegas Rokhmawati. Menurutnya, guru dan karyawan memiliki posisi strategis sebagai penyebar informasi yang teredukasi untuk membantu meningkatkan literasi kesehatan di tengah masyarakat.

Memasuki sesi penyampaian materi inti, narasumber yang ditugaskan langsung oleh YSKI, Yesica Dwi Ayu Maghfiro, S.K.M., memaparkan realita epidemiologi terkini. Ia menegaskan fakta bahwa kanker saat ini bukan lagi tergolong sebagai penyakit langka. Gaya hidup modern, paparan lingkungan, dan pola konsumsi membuat risiko penyakit ini dapat mengintai siapa saja tanpa memandang batasan usia atau profesi.
Dalam pemaparannya, Yesica membedah panduan klinis secara gamblang mengenai cara mengenali dan mendeteksi gejala awal pada tiga jenis kanker krusial. Materi difokuskan penjelasan kanker, faktor-faktor yang mempengaruhi kanker, serta pada pengenalan anomali fisik sebagai sinyal awal kanker prostat, serta deteksi mandiri terhadap gejala kanker rahim dan kanker payudara.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, lebih lanjut, Yesica mengedukasi peserta mengenai langkah-langkah preventif yang aplikatif. Ia mematahkan stigma bahwa mencegah kanker membutuhkan biaya pengobatan yang mahal. Para peserta diberikan strategi cara sehat dan hemat untuk meminimalisasi risiko kanker. Langkah tersebut mencakup manajemen stres, pemilihan asupan gizi seimbang dari bahan lokal, penghindaran zat karsinogenik dalam produk konsumsi harian, hingga pentingnya menjaga ritme aktivitas fisik yang konsisten.
Ke depan, penyelenggaraan kegiatan sinergis antara YSKI dan SMA Negeri 1 Pagak ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif secara berkesinambungan. Pemahaman komprehensif mengenai deteksi dini dan komitmen kolektif terhadap pola hidup sehat diproyeksikan mampu menekan angka risiko kanker, sekaligus mewujudkan lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih tangguh, proaktif, dan melek kesehatan.



