Harmoni SMAPa: Gelar Peringatan Maulid Nabi dan BKSN Serentak Guna Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia

WhatsApp Image 2026-08-21 at 8.45.26 AM

PAGAK – SMA Negeri 1 Pagak secara serentak menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi warga sekolah beragama Islam, berdampingan dengan kegiatan Ibadah Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) bagi siswa beragama Kristen dan Khatolik. Kegiatan keagamaan berskala besar ini melibatkan partisipasi penuh dari seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, hingga murid-murid di lingkungan sekolah.

Peringatan yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut dilaksanakan secara terpusat pada Jumat, 21 Agustus 2026. Berdasarkan susunan acara, kegiatan Maulid Nabi dipusatkan di area halaman parkir sekolah. Sementara itu, Ibadah BKSN dilangsungkan di dalam Aula Cakasana. Pelaksanaan dua agenda ini menjadi langkah konkret institusi pendidikan dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual siswanya secara merata dan serentak.

Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., MM., menyatakan bahwa agenda keagamaan ini secara khusus difokuskan pada pembentukan moral. “Momentum peringatan Maulid Nabi dan BKSN ini harus menjadi titik tolak bagi seluruh elemen sekolah untuk lebih menekankan pembentukan karakter yang baik dan berakhlak mulia,” tegas Rokhmawati dalam sambutan pembukanya.

Foto-foto kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan BKSN

Dalam pelaksanaannya, rangkaian Maulid Nabi terpantau diisi dengan penampilan seni musik Islami Al-Banjari. Pihak panitia juga menggelar lomba menghias parsel makanan ringan (snack) antar kelas yang menuntut kreativitas para siswa. Memasuki acara inti, para peserta didik menerima pemaparan tausiyah yang disampaikan oleh pengajar dan praktisi pendidikan agama, Yusuf Septian Cahyadi, S.PdI.

Dalam tausiyahnya yang bertajuk “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Generasi Beriman, Berilmu, dan Berakhlakul Karimah,” Yusuf menitikberatkan pada implementasi akidah dalam kehidupan pelajar. Ia menginstruksikan siswa untuk menjaga kemurnian dua kalimat syahadat serta menjadikan kegiatan belajar sebagai bentuk ibadah yang wajib dijalani dengan sungguh-sungguh.

“Setiap muslim wajib mengenal Allah, wajib mengenal agama Islam, dan wajib mengenal Nabi Muhammad SAW. Para ulama menyusun urutan ini dengan makna yang mendalam, di mana Muhammad adalah perantara agung. Beliau yang mengenalkan Islam dan Sang Pencipta kepada kita,” papar Yusuf di hadapan para jamaah yang memadati area parkir.

Pada waktu yang bersamaan, kegiatan BKSN di Aula Cakasana juga berlangsung secara dinamis. Rangkaian acara dipandu langsung oleh guru Pendidikan Agama Khatolik, oanna Francisca Dwi Purnastiti, S.Pd. Agenda di aula tersebut tidak terbatas pada ibadah BKSN konvensional, melainkan dikemas interaktif melalui sesi fun game, pemberian penugasan terstruktur, hingga sesi presentasi kelompok untuk menstimulasi pemahaman kitab suci.

Menjelang siang hari, seluruh rangkaian acara ditutup dengan penyesuaian jadwal ibadah wajib. Siswa laki-laki beragama Islam diarahkan untuk melaksanakan Salat Jumat berjamaah, sementara siswi mengikuti program keputrian.

Ke depannya, penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang terintegrasi ini diharapkan terus dipertahankan secara konsisten. Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekolah, tetapi juga berhasil mencetak generasi penerus yang berilmu tinggi, beriman teguh, dan mempraktikkan akhlakul karimah di tengah masyarakat luas.