Inisiasi Gerakan Inspiratif “Murid Menjemput Sejarah”, Cara Dindik Jatim Hidupkan Pendidikan Karakter dan Nasionalis

bapak kaslan

Anjangsana ke Para Pejuang Kemerdekaan, Kadindik : Pelajar Harus Lanjutkan Perjuangan Lewat Pendidikan

Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menginisiasi gerakan edukatif bertajuk “Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka” yang melibatkan seluruh pelajar SMA, SMK, dan SLB untuk turun langsung menemui para veteran pejuang kemerdekaan.

Gerakan berskala provinsi ini dilaksanakan di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dan berlangsung pada 12 hingga 16 Agustus 2026. Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa inisiatif ini diluncurkan agar siswa tidak sekadar mengenal sejarah perjuangan bangsa melalui buku pelajaran atau rutinitas seremoni di sekolah. Lewat interaksi tatap muka, program ini dirancang untuk menghidupkan kembali pendidikan karakter, menanamkan rasa nasionalisme, serta membangun kepedulian sosial pada generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah diinstruksikan untuk mengunjungi sekurang-kurangnya satu veteran atau keluarga pejuang di lingkungan sekitarnya. Para murid bersama guru pembimbing melakukan anjangsana dengan membawa bingkisan dan tali asih sebagai wujud penghormatan. Para pelajar ditugaskan untuk mendengarkan kisah masa lalu pelaku sejarah secara langsung, lalu mendokumentasikan pesan-pesan kemerdekaan dari para veteran tersebut ke dalam format video berdurasi satu hingga dua menit ataupun tulisan tangan.

Implementasi nyata dari instruksi tersebut salah satunya dijalankan oleh SMA Negeri 1 Pagak. Jajaran pengurus OSIS didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Pagak, Ayub Wahyudianto, S.Pd., mengunjungi kediaman Bapak Kaslan, seorang veteran yang pernah diterjunkan dalam operasi mempertahankan kedaulatan di Timor Timur pada kurun waktu 1975 hingga 1978.

Di hadapan OSIS SMAN 1 Pagak, Bapak Kaslan memaparkan fakta-fakta sejarah mengenai kerasnya medan pertempuran di Atambua dan Lepos. Ia turut mengutip keteladanan Panglima Besar Jenderal Sudirman mengenai pentingnya keteguhan tekad yang mampu melampaui keterbatasan fisik. Sebagai pelaku sejarah, Bapak Kaslan menitipkan pesan moral kepada para siswa agar menjauhi perpecahan demi menjaga persatuan, mewujudkan cinta tanah air lewat tindakan nyata seperti merawat kelestarian lingkungan, serta menjadikan kepatuhan kepada guru dan orang tua sebagai fondasi kedisiplinan belajar.

Aries berharap pengalaman tersebut meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar pembelajaran sejarah di ruang kelas.

“Harapan kami, sepulang dari rumah veteran, anak-anak membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga daripada yang mereka berikan, yaitu cerita perjuangan, keteladanan, semangat pantang menyerah, dan kesadaran bahwa mereka mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan melalui pendidikan,” pungkasnya.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi Dindik Jatim menghadirkan “Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak”, yakni memastikan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi memberi pengalaman dan nilai yang membentuk karakter serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan dan bangsanya.