Pagak_Pelatihan dan Workshop Cyber Security & Biometric secara resmi digelar oleh XLSMART yang bekerja sama dengan Komunitas Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) guna memperkuat ketahanan digital masyarakat. Program edukasi ini melibatkan perwakilan siswa-siswi dan guru dari Program Double Track SMA Negeri 1 Pagak (SMAPa), anggota Dharma Wanita, hingga para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di sekitar lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, berlokasi di Aula Cakasana SMAPa. Kehadiran para peserta disambut langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., MM., yang hadir didampingi oleh jajaran Wakil Kepala Sekolah SMAPa. Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat oleh seluruh hadirin, sebelum melangkah ke agenda sambutan utama dari pihak pimpinan sekolah. Dalam sambutannya, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis ini. Beliau menekankan bahwa penguasaan keahlian digital melalui Program Double Track harus berjalan selaras dengan pemahaman tentang keamanan data pribadi maupun bisnis.

Usai sesi sambutan formal tersebut, perwakilan XLSMART terlebih dahulu memberikan pemaparan promosi mengenai profil perusahaan serta ragam solusi teknologi yang mereka tawarkan kepada publik, sebelum memasuki sesi edukasi inti.
Materi utama workshop dibawakan langsung oleh perwakilan pakar dari XLSMART, Saksono Dwi Handarto, S.Pi. Dalam pemaparannya mengenai kejahatan siber dan teknologi biometrik, Saksono mengupas tuntas alasan mendasar mengapa setiap individu dan pelaku usaha wajib memahami bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital. Beliau juga membeberkan perhitungan ideal mengenai jumlah akun digital yang sebaiknya dikelola untuk operasional bisnis agar terhindar dari potensi kebocoran data.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, pemateri mengajak audiens menelaah fenomena kejahatan siber menggunakan kerangka analisis 5W+1H secara interaktif. Tidak hanya teori, para siswa dan pelaku UMKM juga dibekali langkah praktis untuk menguji tingkat kerentanan kata sandi yang mereka miliki. Saksono memperagakan penggunaan platform www.passwordmonster.com sebagai sarana pengujian mandiri untuk memverifikasi apakah kombinasi kata sandi akun peserta sudah benar-benar kuat dan aman dari jangkauan peretas.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat dinamis dengan tingginya antusiasme dari para peserta yang melontarkan berbagai pertanyaan seputar keamanan akun. Salah satu pertanyaan krusial diajukan oleh siswi SMAPa yang menanyakan sejauh mana tanggung jawab pihak penyedia layanan, seperti Google, apabila akun pribadi pengguna berhasil diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab. Menanggapi hal tersebut, Saksono memberikan penjelasan tegas bahwa seluruh risiko kerugian akibat peretasan sepenuhnya ditanggung oleh pemilik akun sendiri, sehingga kesadaran menjaga keamanan kredensial menjadi mutlak.
Rangkaian workshop ditutup dengan dorongan semangat bagi seluruh peserta untuk mulai menerapkan protokol keamanan digital dalam aktivitas sehari-hari. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, muncul harapan besar agar kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut di masa depan. Pemahaman yang diperoleh diharapkan mampu membentengi civitas akademika SMAPa dan para pelaku UMKM lokal dari ancaman siber, sekaligus mencetak generasi yang bijak, tangguh, dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital.
(Penulis: Azzahra Aulia Hafifah_XI-2)






