Tingkatkan Literasi dan Tangkal Hoaks, SMAPa Gelar “Jurnalistik Goes to School”

WhatsApp Image 2026-09-23 at 2.28.27 PM

SMA Negeri 1 Pagak (SMAPa) menggandeng media Jawa Pos Radar Malang menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Jurnalistik Goes to School” bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan pelatihan jurnalistik ini menjadi langkah strategis institusi pendidikan dalam merespons dinamika arus informasi publik dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Laboratorium Bahasa SMAN 1 Pagak pada hari Rabu, 23 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Kepala SMAN 1 Pagak, Rokhmawati Nur’aini, S.Sos., S.Pd., MM., yang membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wadah pengembangan diri yang krusial. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah momentum yang sangat pas bagi guru untuk mengembangkan kapasitas diri di bidang literasi dalam menghadapi era digital.

Memasuki sesi materi utama, Koordinator Halaman Pendidikan Jawa Pos Radar Malang, Bakhtiar Eko S., memaparkan materi mengenai “Pentingnya Jurnalistik untuk Menangkal Hoax”. Bakhtiar membedah strategi taktis yang harus dikuasai oleh institusi pendidikan ketika berhadapan dengan krisis komunikasi atau serangan berita bohong.

Lebih rinci, Bakhtiar memaparkan lima langkah mitigasi penanganan hoaks di lingkungan sekolah. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi masalah secara komprehensif. Kedua, apabila akar masalah terbukti berasal dari internal institusi, pihak sekolah harus segera menutup sumber masalah tersebut. Ketiga, sekolah wajib menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penerimaan tamu media yang diaplikasikan secara ketat oleh satuan keamanan (security) dan bagian resepsionis (front office).

Langkah keempat berfokus pada manajemen media sosial. Bakhtiar memformulasikan strategi perimbangan informasi; apabila terdapat berita buruk mengenai sekolah, pihak sekolah harus merespons dengan memublikasikan minimal tujuh berita baik atau prestasi sebagai penyeimbang. Langkah kelima, jika berita hoaks terus menghantui dan menyudutkan sekolah, ia menyarankan agar institusi segera menghubungi pihak media profesional seperti Jawa Pos Radar Malang untuk membantu menjernihkan informasi kepada publik.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pendidikan dan pelatihan (diklat) penulisan yang dipandu oleh Tarisa Della Amanda dan Tarigan secara bergantian. Sesi ini dirancang khusus untuk memotivasi pendidik agar aktif berkarya. Tarisa membedah alasan fundamental mengapa guru harus menulis, dilanjutkan dengan pemetaan sumber-sumber ide penulisan yang dapat digali dari lingkungan sekolah. Ia juga menekankan pentingnya mematuhi etika penulisan, sekaligus membagikan berbagai tips untuk menyusun naskah yang terstruktur dan memikat.

Sebagai bentuk tindak lanjut dan hasil konkret dari kegiatan ini, Tarigan beserta seluruh guru yang hadir menyepakati sebuah komitmen bersama. Para pendidik SMAPa berkomitmen untuk memproduksi karya buku berupa kumpulan esai. Kumpulan naskah esai tersebut nantinya akan dikurasi secara komprehensif untuk diterbitkan menjadi sebuah buku antologi karya guru SMAN 1 Pagak.

Melalui terselenggaranya kolaborasi “Jurnalistik Goes to School” ini, pihak sekolah menaruh harapan besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di SMAPa. Ke depannya, seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan memiliki resiliensi tinggi dalam menangkal hoaks, menguasai tata kelola informasi yang objektif, serta secara konsisten melahirkan karya literasi yang mengangkat citra positif pendidikan.