SMAPa dalam Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur

BeautyPlus-Collage-2025-10-12T02_22_38

Malang – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan pada hari ini, 12 Oktober 2025. Mengadaptasi kemajuan teknologi, upacara peringatan dilaksanakan secara daring (online), dipusatkan dari Gedung Grahadi, Surabaya, dan diikuti serentak oleh seluruh instansi dan sekolah di Jawa Timur, tidak terkecuali SMAN 1 Pagak (SMAPa).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Dengan mengusung tema Jatim Tangguh Terus Bertumbuh”, upacara ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang provinsi sekaligus penyemangat untuk masa depan yang lebih gemilang.

Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah mengawali dengan sebuah pantun yang inspiratif:

“Putih kembang kembang melati, menghias anggun Tribuana Tungga Dewi. Jawa Timur akan selalu di hati, 80 tahun mengabdi untuk ibu pertiwi.”

Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah bersatu padu dan bekerja keras membangun provinsi di segala bidang. “Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang, sebuah potret perjuangan dan kemajuan yang merupakan hasil kerja keras kita bersama. Sesuai dengan tema hari jadi tahun ini, ‘Jatim Tangguh Terus Bertumbuh’ harus menjadi ruh dalam setiap langkah perjalanan Jawa Timur ke depan,” ujar beliau.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa semangat tersebut diimplementasikan melalui program Jatim Bisa, yang merupakan akronim dari Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif. Konsep ini menjadi landasan bagi pembangunan Jawa Timur untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.

Setelah prosesi upacara inti selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran megah Simfoni Orkestra yang bertajuk “Jatim Bersimfoni”. Acara ini menampilkan berbagai talenta seni dari seluruh penjuru Jawa Timur. Menariknya, Paduan Suara SMAPa turut menjadi bagian dari kemeriahan tersebut dengan berpartisipasi secara daring langsung dari sekolah tercinta, menunjukkan semangat kolaborasi dan adaptasi teknologi di dunia pendidikan.

Pelaksanaan upacara secara daring ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Jawa Timur tidak terbatas oleh ruang dan waktu, serta mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu perayaan yang penuh makna.