Nadia Tri Anggraini meraih Juara ke 3 Milenial Entrepreneur Award 2023

juara-3-mea-2023

Milenial Entrpreneur Award (MEA) kembali digelar di Graha Sepuluh Nopember ITS Surabaya. Even yang dihelat pada tanggal 26 Oktober 2023 tersebut menampilkan produk-produk unggulan Double Track dari SMA-SMA se Jawa Timur. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya SMA Negeri 1 Pagak tidak pernah luput dari prestasi, kali ini diraih oleh Nadia Tri Anggraini sebagai Siswa Terbaik ke 3 untuk Topik Merancang Mode Busana.

Pada gelaran MEA 2023 ini, selain memberi penghargaan kepada para pemenang tetapi produk-produk unggulan dari masing-masing sekolah penyelenggara double track juga mengisi stan-stan yang disediakan oleh panitia. Untuk Kabupaten Malang menempati stan nomor dua persis di sebelah panggung. SMA Negeri 1 Pagak bersama SMA-SMA lain sekabupaten Malang mengisi stan yang disediakan. Tamu-tamu undangan disediakan tempat duduk di depan panggung.

Perhelatan yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah digelar setiap tahunnya untuk memilih produk-produk terbaik dari kelompok usaha siswa, juga memilih kategori video untuk trainer dan video pembuatan produk oleh siswa. Hal ini membuat siswa, trainer dan sekolah selalu berusaha menampilkan produk-produk dan video terbaiknya untuk mendapatkan prestasi.

Gubernur Khofifah sangat mengapresiasi karya inovasi dan kreatifitas yang dihasilkan siswa SMA double track.

“Saya menyampaikan terimakasih ini adalah luar biasa, kolaborasi yang luar biasa, mentoring yang luar biasa dan hari ini bersama-sama kita mengikuti Millenial Integrated Award 2023. Kita bisa berkumpul bagaimana kapasitas kita, kemudian bagaimana inovasi yang dilakukan, kreativitas yang dilakukan oleh masing-masing,”ujarnya.

Dikatakannya, hasil karya SMA Double Track yang di tampilkan pada MEA 2023, sebagai bukti akan kemandirian dan pada akhirnya bisa membiayai dirinya sendiri serta keluarganya

“Saya ingin menyampaikan kepada panjenengan semua ternyata yang semula mungkin ragu sekarang sudah bisa melihat hasilnya, putra putri didik panjenengan sudah bisa membuat produk-produk inovatif dan kreatif serta produktif yang bisa di pasarkan baik offline maupun online, yang sudah bisa membiayai dirinya sendiri maupun keluarganya,”tambahnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menuturkan awal mula program ini didirikan adalah karena banyak anak SMA yang tidak memiliki keterampilan namun belum bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh sebab itu disini Pemprov Jatim bekerja sama dengan ITS memberikan bekal melalui program SMA DT agar mereka bisa memiliki bekal atau bahkan membuka usaha sendiri.

“Hal ini tentu berkaitan perekonomian, bagaimana anak SMA di pelosok bisa memiliki bekal untuk bekerja. Sehingga setelah lulus mereka tidak bingung karena tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” tutur Aries.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *