Kombel SMAPa Jaya Gelar OJL: Dalami 7 Jurus BK Hebat dan Optimalisasi Moodle E-Learning

WhatsApp Image 2025-11-06 at 8.54.41 AM

Pagak, 5 November 2025 – Komunitas Belajar (Kombel) SMAPa Jaya telah sukses menyelenggarakan kegiatan On the Job Learning (OJL) yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam dua aspek krusial: pendampingan siswa dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi utama, yakni “Pengimbasan 7 Jurus BK Hebat” dan “Optimalisasi Pemanfaatan Moodle E-learning SMAPa”.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Iyut Meinarni, ST. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ilmu Bimbingan dan Konseling (BK) bukan hanya milik guru BK. “Meskipun bukan mata pelajaran yang kita ampu, tetapi materi yang disampaikan (BK) memberi manfaat untuk kita semua dalam mendampingi siswa,” ujarnya.

Sambutan dilanjutkan oleh Fasilitator BK Nasional, Maria Ulfa, S.Psi., M.Psi. Kehadirannya sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Fery Setyawan H, S.Pd., sebagai calon Fasilitator Daerah. Maria Ulfa menjelaskan program unggulan “7 Jurus BK Hebat” yang mencakup belajar mandiri selama satu minggu, pembelajaran tatap muka empat hari, dan OJL.

Turut hadir memberikan sambutan, Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Sri Subekti, S.Pd., M.Pd. Beliau mengingatkan peran penting guru dalam pendidikan karakter. “Kita punya kata-kata, yang harus menjadi mutiara buat anak-anak untuk pendidikan anak,” tuturnya.

Sri Subekti juga mengapresiasi tema yang diangkat. “BK ada 7 jurus, tidak hanya guru BK saja tetapi guru mata pelajaran lain perlu menerapkan juga agar pembelajaran lebih bermakna,” tegasnya.

Sesi inti pertama dibawakan oleh Fery Setyawan H, S.Pd., BK, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Beliau memaparkan secara garis besar “7 Jurus BK Hebat” yang meliputi:

  1. Kenali Potensi: Memahami kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
  2. Kelola Emosi: Kemampuan guru mendampingi siswa mengelola emosi di kelas.
  3. Tumbuhkan Reseliensi: Menumbuhkan daya lenting dan ketangguhan siswa.
  4. Jaga Konsistensi: Menjaga konsistensi dalam pendampingan.
  5. Jaring Koneksi: Membangun komunikasi (90% kesuksesan dari komunikasi).
  6. Bangun Kolaborasi: Melibatkan kolaborasi seluruh komponen sekolah.
  7. Menata Situasi: Membentuk lingkungan sekolah yang kondusif.

Dalam OJL kali ini, Fery Setyawan memfokuskan pengimbasan pada dua jurus pertama: Kenali Potensi dan Kelola Emosi.

Acara pembukaan dan sesi OJL: 7 jurus BK Hebat

Dengan gaya penyampaian yang santai dan menarik, pemateri menjelaskan bahwa proses implementasi dua jurus ini dilakukan melalui tahapan ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, Aplikasi).

Sesi ini berjalan interaktif. Nyariadi, salah satu peserta, memberikan pernyataan terkait optimalisasi asesmen diagnostik agar dapat terpusat pada satu kegiatan (melalui BK) sehingga guru mapel tidak perlu melakukan hal yang sama berulang kali. Pernyataan lain datang dari Avan Fauzi, yang menyoroti pentingnya pembiasaan diri siswa dalam pengendalian emosi agar yang terlontar adalah kata-kata bijak.

Kegiatan pengimbasan ini pun mendapatkan apresiasi dan feedback positif dari Fasilitator Nasional yang hadir.

Memasuki sesi kedua, fokus beralih ke digitalisasi pembelajaran. Materi “Optimalisasi Pemanfaatan Moodle E-learning SMAPa” disampaikan oleh Choirul Anam, S.Pd.

Kegiatan sesi dua: optimalisasi moodle

Berbeda dengan sesi pertama yang berfokus pada teori dan konsep, sesi kedua ini bersifat workshop. Setiap guru yang hadir langsung melakukan praktik pemanfaatan Moodle sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, memastikan alat e-learning sekolah dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung pembelajaran di kelas.

Secara keseluruhan, kegiatan Kombel SMAPa Jaya kali ini berjalan dengan lancar. Seluruh guru tampak antusias dan senang mengikuti setiap sesi, menunjukkan semangat belajar yang tinggi untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa-siswi SMAPa Jaya.