SURABAYA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh peserta didik SMAN 1 Pagak (SMAPa). Kali ini, dua siswi berbakat, Hanifah Nur Afiyah Efendi dan Maylasyafa Aulia Wasti, berhasil menyabet predikat Best Presentation dalam acara Demoday Program Digital Skills 2025.
Ajang bergengsi yang berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (25-26/11/2025) ini merupakan buah kolaborasi antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Program Digital Skills ITS, UNICEF, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Kedua siswi anggota ekstrakurikuler Inskreasi ini tampil memukau di hadapan para juri dan peserta lainnya. Chemistry keduanya yang juga merupakan teman sebangku di kelas XI-3, terlihat jelas saat memaparkan inovasi bertajuk “Joglo+: Smart Preservation System untuk Rumah Tradisional Jawa”.
Karya ini dinilai sangat unik dan futuristik karena menggabungkan upaya pelestarian budaya (rumah adat Joglo) dengan kecanggihan teknologi Internet of Things (IoT). Dalam presentasinya, mereka mendemonstrasikan bagaimana sistem cerdas ini dapat memantau kondisi bangunan tradisional secara real-time untuk mencegah kerusakan, sebuah solusi modern untuk menjaga warisan leluhur.
Kepercayaan diri dan penguasaan materi yang mendalam membuat presentasi mereka dinilai paling menonjol, sehingga layak dinobatkan sebagai Best Presentation.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah. Turut hadir mendampingi para siswi dalam momen istimewa tersebut adalah Kepala SMAN 1 Pagak, Iyut Meinarni, S.T., Pembina Digital Skill, Ahmad Riza Fauzi, S.Kom, serta Fasilitator Program Double Track (DT) SMAPa, Agustiningsih, S.Si.
Kepala SMAN 1 Pagak tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat menyaksikan anak didiknya menerima penghargaan.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian Hanifah dan Maylasyafa. Mereka tidak hanya cerdas dalam menciptakan alat, tetapi juga luar biasa dalam mengomunikasikan ide tersebut. Ini membuktikan bahwa siswa SMAPa mampu bersaing di level tinggi dan memiliki kepedulian terhadap budaya melalui teknologi,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan harapan agar prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh warga sekolah.
“Harapan ke depan, semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMAPa lainnya untuk terus berinovasi, berani tampil, dan tidak takut bermimpi. Sekolah akan selalu mendukung pengembangan bakat dan minat siswa di berbagai bidang, terutama teknologi digital yang kini semakin krusial,” pungkasnya.
Keberhasilan di Demoday Program Digital Skills 2025 ini menambah daftar panjang prestasi SMAN 1 Pagak, sekaligus mengukuhkan posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.







